DATA KRITIS TERKAIT DRONE PEMBUNUH MILIK AMERIKA BOCOR DI DARK WEB

DATA KRITIS TERKAIT DRONE PEMBUNUH MILIK AMERIKA BOCOR DI DARK WEB

11 Jul 2018

DRONE saat ini berkembang pesat dari penggunaan sebagai mainan, membantu petani di ladang hingga misi militer.

Salah satu drone yang terkenal dipakai militer Amerika adalah drone terbang yang membawa berbagai peralatan canggih, drone ini bernama The General Atomics MQ-9 Reaper (terkadang disebut Predator B atau MQ-9 Reaper) .

Drone ini sangat canggih karena mampu berkomunikasi dalam jarak jauh dan tanpa jeda yang mengganggu.
Bahkan dalam suatu demonstrasi terlihat suatu drone di Timur Tengah dapat diterbangkan dari Amerika secara real time dan tepat mengenai sasaran tanpa melenceng dan sekali tembak.



Pada prinsipnya, MQ-9 Reaper adalah suatu perangkat wahana yang dapat terbang tanpa awak atau dapat disebut sebagai unmanned aerial vehicle (UAV) dan dapat dikendalikan dari suatu ruang kontrol yang jauh.
MQ-9 Reaper dibuat dan dikembangkan oleh General Atomics Aeronautical Systems (GA-ASI) untuk dipakai oleh United States Air Force (USAF).
Klasifikasi MQ-9 dan UAV lainnya oleh militer Amerika dikelompokan sebagai Remotely Piloted Vehicles/Aircraft (RPV/RPA) dimana seorang pilot atau pengendali drone ini menjalankannya secara terpisah pada suatu jarak (yang jauh).
Kehebatan dari MQ-9 adalah sebagai drone pembunuh jarak jauh dimana drone ini dapat terbang atau beroperasi untuk jangka waktu yang lama pada ketinggian yang sangat tinggi (mirip pesawat jet hanya saja dapat terbang lama karena tidak ada pilot diatas pesawat dan pengedali jarak jauh dapat berganti tugas).
Sebagai gambaran, kehandalan dari perangkat ini dapat dilihat dari komentar seorang jendral USAF.

T. Michael Moseley: 
"We've moved from using UAVs primarily in intelligence, surveillance, and reconnaissance roles before Operation Iraqi Freedom, to a true hunter-killer role with the Reaper."

Operasi terkait perangkat canggih ini menjalankan tugas penting dengan membawa perangkat yang canggih dikendalikan oleh personel yang mumpuni dengan klasifikasi tinggi dan mengetahui rahasia misi khusus. Amerika tentu saja menjaga data terkait operasional drone ini dengan serius, tetapi gagal. Data-data MQ-9 ternyata berseliweran bebas di dunia internet terbatas di Dark Web.

CNN melaporkan kebocoran data penting ini dan sedang ditelusuri oleh pihak berwenang Amerika karena menyangkut informsi sensitif.

A hacker penetrated an Air Force captain's computer to steal sensitive information about US military drones, according to new research by cybersecurity investigators at Recorded Future, a threat intelligence firm.

The documents, while not classified, include a private list of airmen working with MQ-9A Reaper drones and maintenance and course material on the weapons - the US-made deadly unmanned aerial vehicle used around the world to surveille and strike targets.

Kebcoran data ternyata karena adanya hacker yang berhasil menembus database militer Amerika melalui netgear router dan membocorkannya menyangkut hampir setiap hal dari operasional drone ini dari jenis senjata hingga personel yang menjalankan misi tersebut.

Data yang bocor tersebut bisa jadi merupakan petunjuk lebih lanjut mengenai detail perangkat canggih yang ada di drone dan bisa juga membuat petunjuk mengenai kelemahan besar yang dapat menggagalkan operasional drone MQ-9.





Komentar yang tepat bagi rone ini salah satunya adalah sebagai alat keren yang jahat,
One cool and Badass Drone.

Ada komentar yang lebih tepat dari anda?