PEMUNGUTAN SUARA MELALUI PONSEL & BLOCKCHAIN AKAN DICOBA WEST VIRGINIA

PEMUNGUTAN SUARA MELALUI PONSEL & BLOCKCHAIN AKAN DICOBA WEST VIRGINIA

8 Agu 2018

BLOCKCHAIN pada prinsinya menggunakan enkripsi bagi registarsi, pembuatan transaksi, pengiriman transaksi dan verifikasi transaksi tersebut. Yang menarik dari setiap kegiatan tersebut bisa dilakukan oleh titik verifikasi (node) siapapun, sehingga bisa membuat pencurian data/transaksi/verifikasi oleh satu pihak tanpa ada kontrol.

Bagaimana cara kerja Blockchain untuk Pemilu?

Misal anda bayangkan jika kertas suara anda dibuka dan dicatat hanya oleh satu orang, apakah anda percaya itu kertas suara anda atau kertas suara tetangga anda? Apakah anda juga percaya bahwa pembacaan yang dituliskan benar dari anda dan berisi pilihan nomor 1?

Bagaimana jika ada jutaan suara dan bagaimana jika ada ribuan orang yang memverifikasi? Bagaimana agar efisien dan sistem dapat dipercaya?

Solusi dari resiko kemungkinan penipuan atas pelaku verifikasi dan data bisa dikurangi dengan sistem blockchain.

Saat ini sistem enkripsi dari setiap kegiatan yang dicatat dalam blockchain dianggap memiliki tingkat enkripsi terhebat yang susah diretas, sebagai contoh Bitcoin saat ini tidak dapat dibobol/dimanipulasi baik dari input hingga hasil verifikasi yang terjadi. Jika anda menerima/mengirim 1 Bitcoin dan terverifikasi oleh node maka kegiatan tersebut nyata dan tidak dapat dimanipulasi. Anda tidak dapat berpura-pura mengirim 1 Bitcoin dan berpura-pura memperlihatkan hasil verifikasinya.

Sistem verifikasi dalam Blockchain harus sistem terbuka dan dapat diihat kembali oleh yang membuat atau yang menerima verifikasi. Sistem verifikasi ini bisa dibuat anda atau siapa saja karena menggunakan cara yang terbuka. Seperti dalam Blockchain pada Bitcoin setiap transaksi/kegiatan dapat dilihat tetapi anda tidak tahu transaksi siapa.

Jika anda pemilik/penerima transaksi maka anda bisa melihat bahwa transaksi tersebut bernilai/memiliki data yang benar.

Data ini tersimpan aman dan dapat menerima banyak input sehingga bisa efisien dibanding meminta seribu orang untuk bekerja bersama tanpa membuat kesalahan.



Pemilu West Virginia

West Virginia dalam aktu dekat akan menerapkan Pemilu dengan Blockchain dan ini akan menarik karena jumlah yang besar dan tipe pemilih yang beragam disertai ancaman atau catatan hacker Rusia pada Pemilu Presiden.

Voting menggunakan Blockchain di West Virginia ini akan sangat menarik karena dilakukan pada khalayak luas dan pengguna hak suara bisa jadi di laur negri atau di area konflik (misal bagi tentara Amerika yang bertugas).

Bagaimana Pemilu dengan Blockchain ini diterapkan?

Cara pelaksanaan pemilu dengan Blockchain ini dijelaskan oleh pelaksananya yaitu bernama Voats yang merupakan startup bernilai 2 juta dolar USD. Anda bisa membacanya dari paper oleh Voatz berjudul: Smartphone Voting: Impossible or Inevitable?

Pemilu yang diterapkan masih mempertimbangkan cara lama seperti datang ke gedung pemerintahan/tempat pemungutan suara, melalui pos atau bahkan melalui ponsel.



Secara umum Pemilu West Virginia ini akan memperlihatkan kondisi pemilu di banyakt empat lain dan menjadi menarik. Sebetulnya Sierra Leon pernah menerapkan aplikasi voting melalui Blockchain tetapi keragaman dan tantangan di Sierra Leon tentu berbeda dengan keragaman dan keluasan area kerja/sistem bagi Pemilu West Virginia.

Bagaimana menurut anda Pemilu dengan ponsel diamankan oleh Blockchain? Apakah harus dan apakah tidak mungkin?

The title of this paper poses the question of voting on a smartphone: Is it impossible or inevitable? We believe the answer is, “Neither. Smartphone voting is possible; it is just not inevitable.” Additional technical work to be done includes rigorous, independent “red team” testing, pilots and education viii. However, whether the solution we have described, or something close to it, gains traction in governmental elections is still unknown.

Menurut Voatz, Pemilu menggunakan Blockchain bisa dilakukan hanya saja sebetulnya bukan hal yang mutlak dibutuhkan saat ini.