PAPER TERKAIT BAHAYA PESTISIDA ATAU RESIDU LOGAM BAGI JANTUNG

PAPER TERKAIT BAHAYA PESTISIDA ATAU RESIDU LOGAM BAGI JANTUNG

12 Des 2018

PESTISIDA sering terdengar sebagai bahan kimia yang berbahaya karena terbukti bisa membunuh makhluk kecil seperti serangga, tidak heran jika bahan kimia ini bisa berakibat tidak bagus untuk manusia.

Logam baik residu atau semisal debu sudah tentu berbahaya bagi manusia juga seperti pestisida, kedua material ini tidak mudah dicerna tubuh kita, material ini bisa menjadi racun.


Dalam penelitian terakhir yang dilakukan di Amerika terhadap pekerja pertanian di sekitar Miami, Chicago, San Diego dan New York City didapati bahwa bahan kimia pestisida berbahaya.

They base their findings on survey responses and medical test results for 7404 Hispanic/Latino workers aged 18 to 74 from Miami, Chicago, San Diego, and New York City........
Participants were asked to report how often they had been/were exposed to organic solvents, metals, and pesticides each week. And they were quizzed about lifestyle factors, including smoking, alcohol consumption, diet, and physical activity levels....

Dalam penelitian, hanya 1 dari 20 (4.7%) orang tersebut terekspos langsung dengan bahan kimia dan logam berat di area kerja dan hasilnya sedikit dibawah persentase tersebut.

Between around one in 20 (4.7%) and one in 10 (8.5%) Hispanic/Latino workers were exposed to chemicals and metals in the workplace.

In all, just over 6 per cent had some form of cardiovascular disease, with coronary heart disease (4.3%) the most common diagnosis and atrial fibrillation the least common (0.7%).

Terindikasi 4.3% terkena gangguan jantung, dimana gangguan jantung biasanya didefinisikan karena terkena beberapa gangguan atau salah satu dari indikasi ini:
* adanya serangan jantung koroner;
* ritme detak jantung yang terganggu;
* stroke ringan;
* gagal jantung.

Dari penelitian diduga bahwa ekspos terhadap pestisida membuat kemungkinan gangguan menjadi dua kali lipat. Hanya saja penelitian ini tidak dapat menyimpulkan apa penyebab utama. Penelitian juga menemukan budaya HSSE atau kesehatan keselamatan kerja di area tersebut dianggap rendah.