PERJALANAN KE MARS TERANCAM VIRUS DI ANGKASA LUAR

PERJALANAN KE MARS TERANCAM VIRUS DI ANGKASA LUAR

4 Des 2018

INTERNATIONAL SPACE STATION atau ISS adalah tempat transit dan tinggal bagi astronot dalam bertugas mengawasi dan melakukan berbagai percobaan.


Berbagai percobaan dilakukan dari mengamati perkembangan dan perbedaan dua orang kembar di darat di bumi dibandingkan dengan kembarannya di luar angkasa dalam jangka waktu yang panjang. Percobaan kimia dan biologi juga dilakukan di luar angkasa untuk melihat lebih lanjut jika diterapkan bagi perjalanan atau tinggal di luar angkasa.

Perjalanan ke Mars akan berupa perjalanan jauh dan lama bukan hanya satu atau dua wiken berjalan dan kembali ke Bumi, perjalanan ke Mars perlu kekuatan fisik dan mental termasuk perlu peninjauan kebiasaan makan dan minum di darat bagi manusia.

ISS memperlihatkan hal yang unik bagi keperluan misi luar angkasa yang panjang, salah satunya adalah temuan bahwa virus berbahaya bisa tumbuh berkembang dan berdampak tidak ringan bagi manusia walaupun dalam keadaan normal di darat di Bumi tidak menjadi masalah.

NASA JPL:

Examining samples from an air filter and a vacuum dust bag from the space station, researchers found opportunistic bacterial pathogens that are mostly innocuous on Earth but can lead to infections that result in inflammations or skin irritations. In general, they found that the human skin-associated bacteria Corynebacterium and Propionibacterium (Actinobacteria) but not Staphylococcus were more abundant on the station than in Earth-based clean rooms.

"Studying the microbial community on the space station helps us better understand the bacteria present there, so that we can identify species that could potentially damage equipment or pose harms to astronaut health. It also helps us identify areas that need more rigorous cleaning," said Kasthuri Venkateswaran, who led the research at JPL..... 

Beberapa virus atau bakteri yang di Bumi tidak bermasalah maka di luar angkasa bisa berbeda dan menyebabkan gangguan pernapasan atau kulit yang perlu diperhatikan.

Keadaan khusus di luar angkasa seperti di ISS berbeda dan disebut oleh ilmuwan sebagai Microbiome atau keadaan dimana di Bumi tidak terjadi seperti adanya micro-gravity, adanya manusia hampir disetiap waktu di ruangan tersebut, adanya CO2 yang tinggi dibanding di Bumi. Keadaan tersebut bisa disebut tidak terjadi di Bumi.

Temuan potensi gangguan ini didapat dari contoh udara atau sample dari air filter (filter udara) and a vacuum dust bag (kantong kotoran udara - seperti pada air vacuum penghisap debu rumah) yang diambil dari ISS.

Mungkin perlu astronot yang merupakan pembantu rumah, sehingga lowongan pembantu tidak hanya ke Dubai atau Malaysia tetapi juga lowongan pembantu to the moooooon.