TEKNOLOGI SWARM PADA DRONE SEMAKIN MENARIK

TEKNOLOGI SWARM PADA DRONE SEMAKIN MENARIK

7 Des 2018

INTEL beberapa kali memperlihatkan banyak drone yang dapat terbang sendiri dan melakukan koordinasi sewaktu terbang untuk membentuk atau melakukan arah terbang yang terkoordinasi dan melakukan manuver secara bebas antara satu dan lain.

Awal tahun 2018, Intel membiarkan 300 drone terbang membuat konfigurasi bentuk di langit dari membuat bentuk sederhana seperti bintang dan bentuk bendera yang lebih rumit.


Drone ini sewaktu terbang harus dapat melakukan identifikasi dengan drone lain agar tidak bertabrakan dan dapat mengatur posisi jika ada angin dan perintah khusus untuk nyala dengan warna atau posisi tertentu.


Teknologi yang dipakai agar drone dapat terbang sendiri dan membentuk konfigurasi dan manuver khusus ini disebut dengan swarm technology.

Swarm technology dalam pertunjukan yang dibuat oleh Intel atau oleh produsen dari Cina tidak sepenuhnya Swarm Technology. Dalam penerbangan swarm dari Intel, semua drone diprogram dasar oleh suatu komputer terlebih dahulu, beberapa perintah dan ketentuan ditetapkan sebelum terbang.

Program terpusat ini dapat merusak konfigurasi jika terjadi angin besar dan memporakporandakan drone, demikian juga jika terjadi kehilangan komunikasi sesaat antar drone maka drone bisa kebingungan untuk merespon ulang dan untuk tahapan berikutnya.

Dengan konsep swarm yang terpusat tersebut, tetap saja beberapa pertunjukan dapat terlihat spektakuler menggantikan kembang api yang berasap dan berisik.


Cina juga tidak ketinggalan, teknologi drone disana berkembang pesat. Bahkan drone yang terbang terbanyak saat ini dipegang Cina.

Catatan baru membuat 1374 drone terbang dengan swarm technology di kota tua Cina untuk memperingati titik awal dari Jalur Silk Road yang merupakan jalur dagang darat yang memotong Asia pada zaman dahulu. 



Cina juga membuat atraksi drone khusus sewaktu peringatan festival musim semi di jembatan yang baru jadi antara Cina- Hongkong - Macau.



Teknologi swarm yang terbaru dan berhasil diperlihatkan oleh US Navy sewaktu mencoba memberi perintah kepada 103 drone bernama Perdix.

“Due to the complex nature of combat, Perdix are not pre-programmed synchronized individuals, they are a collective organism, sharing one distributed brain for decision-making and adapting to each other like swarms in nature,” said Strategic Capabilities Office (SCO) Director William Roper. “Because every Perdix communicates and collaborates with every other Perdix, the swarm has no leader and can gracefully adapt to drones entering or exiting the team.”

Perdix ini mungkin bisa disebut sebagai drone dengan fungsi swarm sepenuhnya. Drone diberi perintah dan satu antar lain berbagi peran untuk membuat keputusan.

Drone Perdix seperti sekumpulan orang yang berpikir dan membuat keputusan bersama. Perdix juga jika diperlukan dapat berpisah dari Perdix lain secara bebas. Unik seperti manusia.

Teknologi drone pada Perdix ini sangat hebat, alat membunuh manusia semakin maju dan semakin mirip dengan manusia.