FORWARD MESSAGE MAX 5 KALI MEMPERTIMBANGKAN STUDI FAKE NEWS CINA DAN FACEBOOK

FORWARD MESSAGE MAX 5 KALI MEMPERTIMBANGKAN STUDI FAKE NEWS CINA DAN FACEBOOK

27 Jan 2019

WHATSAPP saat ini ternyata baru saja meluncurkan kebijakan baru, pengguna tidak boleh melakukan forward message lebih dari 5 kali.


Sebagaimana yang diketahui penggunanya saat ini, WhatsApp saat ini dimiliki oleh Facebook. Disaat bersamaan sekarang, Facebook meluncurkan program pembatasan dan kontrol yang ketat saat ini terkait berita palsu,  jangan heran jika produk yang berasal dari perusahaan yang sama ini mencoba melakukan kontrol lebih ketat untuk berita palsu.

Facebook memiliki hasil studi yang unik terkait berita palsu dan Facebook mendapatkan studi ini dari pengalaman pahit karena terjadi disaat pemilihan presiden di Amerika.

Menurut studi yang dihasilkan dari Facebook, ternyata orang yang cenderung berumur sekitar (dan lebih dari) 65 tahun lebih dominan dalam melakukan forward terkait berita palsu.

Abstract: Prevalence and predictors of fake news dissemination on Facebook

So-called “fake news” has renewed concerns about the prevalence and effects of misinformation in political campaigns. Given the potential for widespread dissemination of this material, we examine the individual-level characteristics associated with sharing false articles during the 2016 U.S. presidential campaign. 

To do so, we uniquely link an original survey with respondents’ sharing activity as recorded in Facebook profile data. First and foremost, we find that sharing this content was a relatively rare activity. 
Conservatives were more likely to share articles from fake news domains, which in 2016 were largely pro-Trump in orientation, than liberals or moderates. 
We also find a strong age effect, which persists after controlling for partisanship and ideology: On average, users over 65 shared nearly seven times as many articles from fake news domains as the youngest age group.

Berdasar studi yang sama juga didapat keadaan yang sangat menarik dan terlihat kontras, untuk orang berusia sekitar 18 tahun tidak banyak melakukan forward terkait berita palsu. Hanya sekitar 3% yang melakukan forward untuk orang berusia sekitar 18 tahun hingga 29 tahun.

Media aplikasi komunikasi terbesar di dunia selain WhatsApp adalah WeChat. Bagaimana dengan WeChat?

WeChat banyak dipakai di Cina karena aplikasi ini terintegrasi dengan baik dengan aplikasi jasa dan layanan lain yang meluas di Cina. Aplikasi ini juga banyak dipakai oleh oleh orang Asia. Saat ini tercatat sekitar minimal ada sekitar 1 miliar pengguna aktif.

Tencent Holdings adalah pemilik dari platform bernama WeChat, setidaknya setahun kemarin di 2018 terjangkit sirkulasi berita palsu meliputi sekitar 300 juta penggunanya.

South China Morning Post: 
Tencent’s fake news debunkers reached nearly 300 million WeChat users last year

it reached almost 300 million people with its campaign to debunk fake news last year as Chinese regulators and private internet companies continue their clean up of online content.
 

WeChat, the ubiquitous messaging and social media app with more than one billion users, partnered with 774 third-party organisations, including the police and China’s food and drug authority, to produce 3,994 articles debunking rumours in 2018, according to a report released by Tencent on Monday. The articles were read more than 1 billion times, reaching 295 million users

Sekali suatu berita palsu tersebar maka sirkulasi berita tersebut bisa jauh lebih besar dari yang beredar di aplikasi WeChat.

Pada tahun 2018 Tencent Holdings mencatat setidaknya ada sekitar 3994 artikel palsu yang beredar dari aplikasi WeChat dan artikel tersebut tercatat setidaknya dibaca sekitar 1 miliar orang.

Salah satu artikel yang tersebar besar adalah terkait pembahasan bahwa bawang dapat membunuh virus flu dan tersebar luas. Artikel ini mendapat forward hingga sekitar 400 juta kali oleh pengguna lelaki antara usia 25 tahun hingga 55 tahun.

Berdasar studi dari Tencent Holding, orang berusia setengah baya dan orang tua cenderung lebih mudah termakan rumor atau berita palsu terutama berita yang terkait kematian dan resiko terkait keselamatan/kesehatan.

Orang yang berada di perkampungan (orang yang tidak tinggal di kota) juga tercatat lebih murah termakan rumor atau berita palsu.

Bagaimana media berita besar? Apakah mereka melakukan penyebaran berita palsu?
Sulit dijawab.

Sangat menarik jika anda menonton ungkapan yang disebut oleh Presiden Donald Trump terhadap CNN.