GURU YANG MENGAJAR DI KELAS DENGAN KEREN

GURU YANG MENGAJAR DI KELAS DENGAN KEREN

7 Jan 2019

GURU kalo menurut Bahasa Sunda berarti digugu jeung ditiru atau artinya untuk dipahami/dimengerti dan untuk ditiru.


Tugas yang sangat berat karena seorang guru intinya untuk menyampaikan dan memberi pelajaran sehingga murid-muridnya mengerti dan kemudian dikembangkan ide atau pelajarannya, tetapi bagaimana jika guru anda keren? Anda lebih mengerti pelajarannya. Ada beberapa contoh.

Matthew Weathers dari Biola University in California mengajarkan tentang bagaimana menggunakan Lightsaber untuk membersihkan screen panel dari kotoran spidol permanen. Kuliah ini dibuat sudah lama sekitar setahun setengah yang lalu, masih layak untuk ditonton.


Atau anda ingin lebih mengerti tentang konservasi energi yang terjadi jika suatu pendulum bergerak mengayun dan mempertahankan kekekalan energi dikurangi gesekan udara? Anda berbarti harus melihat video dibawah.


David G. Evans adalah dosen lain yang juga keren, beliau adalah seorang dosen yang berasal dari Inggris dan saat ini mengajar Kimia di Beijing University of Chemical Technology dan sudah tinggal di Cina selama 22 tahun.

Dengan cara mengajarnya, saat ini sudah mendapat sekitar 2.3 juta pengikut yang selalu menyimak pelajaran Kimia yang disampaikan dengan nyata.



Atau versi lain dari ceramah, ada banyak juga guru yang menjelaskan isi tentang ceramah dengan unik dan menarik. 



Pelajaran menarik dari Ustad Andirja, masuk saja dulu surga dan urusan bidadari dan lainnya belakangan saja. 


Mengajar bukan untuk ke kelas dan tertawa tetapi prinsipnya untuk menikmati proses belajar dan mengajar.

Kenapa mengajar harus menarik?
Sir Ken Robinson adalah seorang yang dikenal sebagai Creativity Expert, beliau menyebut bahwa mengajar perlu perubahan agar sesuai tantangan.


Sir Ken Robinson:
– Current education culture needs a revolution.

– To get the best results in schools we need to acknowledge that:
1. humans are naturally different and diverse
2.  children are naturally curious
3. human life is inherently creative

Perlu revolusi dalam mengajar, agar mengajar berhasil maka perlu peninjauan bahwa manusia itu berbeda sehingga perlu pendekatan berbeda, anak-anak pada prinsipnya sangat penasaran (dan mudah diminta belajar), manusia pada prinsipnya kreatif.


Sekolah jangan mematikan kreativitas belajar dan mengajar, bukan karena tertawa atau berceramah dengan banyak tawa suatu keharusan, tetapi menikmati proses belajar - mengajar dengan banyak cara akan menambah wawasan.