ZOOX, BISA MENYUSUL UBER

ZOOX, BISA MENYUSUL UBER

15 Jan 2019

ZOOX adalah startups baru yang sedang tumbuh (dengan pesat) dan memperlihatkan ciri-ciri yang sangat stabil untuk tumbuh besar.


Perusahaan bernama Zoox ini mungkin belum dikenal dengan luas di Indonesia tetapi bagi para engineer atau high-level tech di Google sangat mengenal Zoox.

Google sudah diketahui publik sangat ingin mengembangkan mobil auto pilot dan sangat gencar mencari orang yang brilian untuk membangung konsepnya. Dalam kegiatan Google X di tahun 2013 seorang PhD diincar oleh Google benama Jesse Levinson dan ternyata Jesse Levinson lebih ingin membuat konsep mobil Zoox bersama Tim Kenley Klay.


Zoox tumbuh dan memiliki ciri-ciri untuk membesar dengan cepat. Pada awalnya Zoox hanya memiliki jumlah pegawai 6 orang dan saat ini baru saja berhasil mengumpulkan dana segar 800 juta USD. Jumlah yang tidak mudah bagi perusahaan startups yang baru membuat produk hingga bisa mengumpulkan uang sebesar 800 juta USD. Jumlah pegawai Zoox saat ini sekitar 400 orang.

Software dan perangkat Zoox pada prinsipnya sudah siap dan dengan halus mobil ini sudah terintegrasi dengan iPhone dalam demo dan ujicoba yang dilakukan oleh engineer Zoox.

Perangkat Zoox dalam ujicoba diterapkan kepada mobil standar Toyota dan kemudian dilengkapi perangkat Zoox lengkap integrasi ke iPhone. Mobil ini dapat dipanggil dari pinggiran kota ke kantor Zoox dan bisa mengantarkan orang ke pusat kota (atau kemana saja sesuai perintah).


Zoox pada prinsipnya sudah memperlihatkan kemampuan mobil autopilot dari tempat sepi, ke jalan tol (highway) hingga berjalan ke tempat ramai banyak orang tanpa masalah dengan prasarana yang saat ini tersedia.

Tesla dan Uber harus berhati-hati atau bisa jadi Amazon akan membeli startups ini? Atau jika semua mobil sudah autopilot bagaimana dengan mobil anda yang masih jadul, mungkin bisa menjadi terumbu karang?