ADA HANTU,... JANGAN TAKUT

ADA HANTU,... JANGAN TAKUT

12 Feb 2019

Area kerja station oil & gas di siang hari biasanya terik, panas dan terang benderang karena area dibuat lapang terbuka dan di malam hari biasanya berbeda, gelap gulita ditengah hutan sepi sunyi senyap.

Dalam suatu pembangunan offtake station, setiap kru keamanan diwajibkan berpatroli melihat keadaan peralatan termasuk pipa dan gudang penyimpanan peralatan bekerja yang terltak di gudang pinggir hutan. Malam hari juga harus dilihat karena banyak berisi peralatan berbahaya mengandung kimia dan radioaktif, berbahaya jika terganggu hewan atau terjatuh menimpa satu lainnya.

Petugas lain memiliki cerita sedikit berbeda sewaktu diwajibkan patroli melihat peralatan pada malam hari lainnya.

Sesudah lewat tengah malam, patroli setiap jam harus tetap dilakukan. Petugas patroli berjalan seorang diri karena seorang rekannya mendadak sakit perut sewaktu ditengah jalan pulang sendiri balik ke toilet. Terpaksa berjalan sendiri gelap, sepi. Sesudah itu tidak terlalu sepi, tapi aneh.

Petugas patroli ini merasa hal aneh sewaktu berjalan kearah gudang sendirian, ada bermacam bau yang aneh.

Pertama wangi bunga, tidak seharusnya di area ini ada wangi bunga sedap malam. Wangi bunga tersebut hanya awalan.

Sewaktu tiba mau masuk gudang mulai ada hal aneh lainnya. Dari kejauhan terdengar suara anak kecil, seperti berlarian minta dikejar, tertawa riang dan agak sengau. Semakin mendekat.

Dari dalam gudang seperti ada suara lain. Dia membalikan badan dan lampu senter. Sewaktu berbalik arah suara anak kecil mendekat semakin keras hingga akhirnya ada tangan kecil berlari kearah dia.

Anak kecil ini tidak sendirian, ada sosok putih.


Semakin lama aroma semakin kuat dan tiba-tiba ada anak kecil ini terhenti tepat didepan dia. Seolah-olah terganggu dan hampir bertabrakan badan dengan dia.

Bayangan putih mendekat dan semakin jelas bentuknya, sebelum matanya dengan jelas melihat bayangan putih tersebut, tiba-tiba anak kecil itu menjerit menunjukan telunjuknya kearahnya.

Bayangan putih dalam keremangan mendekat.

Anak kecil tersebut menjerit dengan jari telunjuk masih terpasang kearah badannya.

Anak kecil tersebut memalingkan matanya seolah-olah mengadu ke bayangan putih yang semakin jelas wujudnya. Berbaju putih, rambut panjang, mata melotot kuat menancap rekan saya ini.

Seketika rekan saya ini hampir lari menjauh tapi gelap seketika ingat kaidah: JANGAN PANIK.

Anak kecil ini masih menjerit semakin keras menunjuk ke arah dia dan sosok putih rambut panjang ini mendekat dan merentangkan tangan, mendekati bagian leher dan bergerak seperti melayang mendekatinya.

JANGAN PANIK,…. Bisik dia tetapi juga semakin bingung dan keringat dingin mulai keluar,… Jangan panik pasti akan lebih baik,….. harus berpikir jernih.

Sosok putih berambut panjang ini ikut mengarahkan telunjuk kirinya kearah mukanya, satu tangan kanan mendekatkan.

Telunjuk tangan kiri anak kecil dan sosok berbaju putih ini mengarah ke mukanya. Satu telapak tangan sebelah kanannya semakin mendekat mengarah seperti mau mencekik. JANGAN PANIK, HARUS BERPIKIR JERNIH.

Dengan cepat dia sodorkan jempol kearah telunjuk anak kecil dan sosok putih ini.

Telunjuk ibu jari dan telunjuk kelingking,..... suit.



Tiba-tiba anak kecil ini menangis kalah dan sosok bayangan putih ini pergi menggendongnya dengan cepat, tersipu malu kalah suit.