HACKER MENEMBUS PERANGKAT PARA POLITISI AUSTRALIA

HACKER MENEMBUS PERANGKAT PARA POLITISI AUSTRALIA

19 Feb 2019

HACKER saat ini sedang membuat heboh para politisi Australia karena terbukti menjebol hampir semua tokoh politik di Australia.



Sejauh ini berdasar laporan yang ada, tidak diketahui apa yang hilang atau diambil tetapi dipercaya bahwa tindakan hacker ini tidak menyebabkan suatu perubahan dari arah politik yang ada.

Hacker dalam percobaan tersebut menjebol jaringan komputer dari jaringan yang dipakai oleh para anggota parlemen (semacam DPR). Kemungkinan dari jebolnya jaringan ini merupakan pertanda bahwa semua tokoh politik adalah target sebenanrnya.

The Guardian: Australia’s major political parties have been targeted by a “sophisticated state actor”, according to Scott Morrison, as part of a breach of the Parliament House computer network.

The head of the Australian Cyber Security Centre, Alastair MacGibbon, says agencies were unsure what material had been taken in the incident because the rapid remediation efforts had removed some of the forensic evidence.


Dalam pernyataan lainnya, Perdana Menteri Scott Morrison menyebutkan bahwa hacker yang melakukan pekerjaan ini sangat rapih dan bagus. Pihak yang melakukan hacking ini harusnya orang yang memiliki kemampuan tinggi dan pihak yang mampu melakukan hal ini kemungkinan hanya China, Russia, Israel dan Amerika.


Situs SMH:

Security agencies "acted decisively to confront it", Mr Morrison said.
 

"Our cyber experts believe that a sophisticated state actor is responsible for this malicious activity."

Only four nations are thought to be capable of such a high-level attack: China, Russia, Israel and the United States.


Sebelumnya pada tahun 2015 badan meteorologi Australia juga terkena hack dan membuat negara ini memperbaiki sistem yang dimiliki agar lebih tangguh.

Anggota parlemen dan jaringan komputer yang dipakai saat ini sepertinya akan mendapat upgrade keamanan seperti yang terjadi sebelumnya terhadap badan meteorologi.