PEMERINTAH CINA MENERAPKAN PEMAKSAAN TEKNOLOGI DAN MEMBIARKAN DATA MUSLIM UIGHUR BOCOR

PEMERINTAH CINA MENERAPKAN PEMAKSAAN TEKNOLOGI DAN MEMBIARKAN DATA MUSLIM UIGHUR BOCOR

17 Feb 2019

PEMERINTAH CINA saat ini mendapat sorotan terkait pemaksaan teknologi dan penindasan terhadap pihak muslim terutama muslim minoritas di Uighur (Uyghur Muslim - Xinjiang region).







Salah satu tuduhan yang terjadi adalah adanya tracking dan pengumpulan data dari muslim Uighur di Cina.

Perusahaan yang terlibat dalam pekerjaan ini bernama sensenet dimana program dan perangkat yang dimiliki oleh perusahaan ini dapat mendeteksi wajah orang selama tertangkap kamera di area publik. Yang membuat keadaan lebih buruk adalah adanya pembiaran data ini agar dapat dilihat oleh publik jika aksesnya tepat.

Victor Gevers adalah pihak yang membocorkan terjadinya tracking bagi muslim Cina dan adanya kebocoran data dimana lokasi dari orang tersebut dapat dicari jika nomor penduduk dimasukkan (diketahui).

Yesterday, Victor Gevers, a well-known security researcher that made a name for himself in the past few years by finding leaky MongoDB databases did what he does best and found one of SenseNets' MongoDB databases that had been left exposed online without authentication.
.........

The user data wasn't just benign usernames, but highly detailed and highly sensitive information that someone would usually find on an ID card, Gevers said. The researcher saw user profiles with information such as names, ID card numbers, ID card issue date, ID card expiration date, sex, nationality, home addresses, dates of birth, photos, and employer.

For each user, there was also a list of GPS coordinates, locations where that user had been seen......





Tidak hanya itu saja, pemerintah Cina juga meminta agar para Muslim Uighur melakukan pemasangan program khusus secara paksa dalam ponsel mereka. Sudah tentu hal ini memperburuk keadaan karena tidak adanya proteksi bagi pribadi orang tersebut.


Facebook diperkirakan akan mendapat denda sekitar belasan miliar USD jika memang terbukti salah oleh pihak otoritas Amerika.


Google sendiri sudah mendapat denda karena adanya indikasi terjadinya pelanggaran data pribadi dari pengguna jasa perangkat yang terkait dengan produk Google. Google dikenakan denda hingga sekitar 57 juta USD saat ini.



Berita dan gambar diambil dan dapat dilihat langsung dari situs ZDNET.