DARPA MEMBUAT PERLOMBAAN BERHADIAH BESAR 10, 9 DAN 8 JUTA USD

DARPA MEMBUAT PERLOMBAAN BERHADIAH BESAR 10, 9 DAN 8 JUTA USD

11 Apr 2019

DARPA atau Defense Advanced Reserach Projects Agency adalah agen (atau bagian organisasi khusus) dari Departemen Pertahanan A.S. yang bertanggung jawab atas pengembangan teknologi baru untuk digunakan oleh militer. 






DARPA walaupun sebetulnya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan perlengkapan militer bagi sistem pertahanan dan keamanan Amerika banyak berkontribusi bagi kehidupan sipil (non-militer).

Banyak kegiatan riset atau proyek yang didanai DARPA telah menyediakan teknologi signifikan yang mempengaruhi banyak bidang non-militer, seperti jaringan komputer dan basis internet modern, dan antarmuka pengguna grafis di bidang teknologi informasi. 


Proyek internet yang dikenal jaman ini sebagai internet secara umum awalnya adalah kegiatan atau proyek yang dicetuskan oleh DARPA.

Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969, melalui proyek lembaga ARPA yang mengembangkan jaringan yang dinamakan ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX.

Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.  


ARPANET kemudian dipecah menjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET"(Advanced Research Project Agency Network) baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.

DARPA selalu mencari cara agar perangkat militer dan pendukungnya selalu terdepan dan siap menjawab tantangan jika terjadi gangguan. DAPRA juga selalu mencari cara paling efisien dan optimal bagi pelaksanaan kegiatan pertahanan dan kemanan negara.

Salah satu hal yang saat ini dicari oleh DARPA dijadikan perlombaan berhadiah 10 juta USD bagi pemenang pertama, 9 juta USD dan 8 juta USD bagi pemenang berikutnya jika dianggap sah atau lolos kualifikasi penilaian lomba.

Prinsip dasar dari lomba ini hanya sederhana berupa tantangan untuk meluncurkan beban (payload) dari daratan di negara Amerika ke suatu titik di luar angkasa. 

Persyaratan lain adalah mengenai lokasi peluncuran harus menunggu perintah dari pihak DARPA dan dalam beberapa waktu yang tertentu saja. Sederhana aturannya dan rumit eksekusinya.

The DARPA Launch Challenge aims to fundamentally shift military space capabilities to enable on-demand, flexible, and responsive launch of small payloads. Three competitors successfully completed the qualification phase and will attempt to launch to low-Earth orbit from two different U.S. locations within a matter of weeks. Teams will receive notice of the first launch site a few weeks prior to launch and exact details on the payload and intended orbit just days before launch. DARPA is targeting both launches for early 2020.

Tantangan dari perlombaan ini diharapkan dapat dimulai awal tahun depan di 2020 dengan menantang 3 peserta perlombaan yang lolos untuk meluncurkan roket sektiar 1 minggu sebelum jadwal target.

Ketiga peserta yang dianggap lolos adalah Virgin Orbit, Vector dan satu perusahaan yang meminta DARPA untuk merahasiakan namnya dalam beberapa bulan lomba ini.

Perlombaan ini bisa jadi merupakan pencarian Amerika untuk menjawab tantangan agar dapat menluncurkan barang baik satelit atau perlengkapan keperluan militer agar dapat diluncurkan dimana saja dengan sangat responsif cepat dan handal.

Teknologi peluncuran roket saat ini tidak cukup responsif, peluncuran roket akan memerlukan persiapan dan biaya yang besar. Di sisi lain Rusia saat ini memiliki Avangard yang sangat hebat dari segi spesifikasi.

Pemenang lomba peluncuran beban ke orbit Bumi ini akan bersasarkan beberapa kriteria utama seperti: kesiapan dan kematangan teknologi yang digunakan (technical maturity), tingkat responsif dalam persiapan dan peluncurannya (a system and approach capable of operating on rapid timescales) and  kehandalan untuk dapat diluncurkan walaupun dengan dukungan infrastruktur yang minim (ability to operate on a launch range with minimal infrastructure).

Keberhasilan dari para peserta lomba dalam memenuhi persyaratan ini tentu saja menjadi menarik jika dilihat bagi keperluan militer dan sipil.