WAHANA INSIGHT MILIK NASA DI MARS MENDETEKSI MARSQUAKE

WAHANA INSIGHT MILIK NASA DI MARS MENDETEKSI MARSQUAKE

24 Apr 2019

WAHANA INSIGHT milik NASA saat ini sedang nongkrong di Mars dengan tenang dari sekitar bulan November 2018 menggunakan berbagai peralatan ilmiah melakukan berbagai percobaan dan pengukuran terhadap apa yang terjadi di planet Mars.


Setelah berjalan sekitar 6 bulan dari semenjak peluncurannya, Insight mendarat dan bertugas di Planet Mars dengan sangat teliti dan apik. Berbagai data dikirimkan oleh instrumen dari wahana ini terkait cuaca dan keadaan permukaan Planet Mars secara umum.

Salah satu instrumen yang dimiliki Insight salah satunya secara sensitif dapat mengukur pergerakan lempeng Planet Mars.

Instrumen yang dipakai oleh Insight ini sebetulnya seismometer yang sangat peka dan handal buatan dari Badan Antariksa Perancis atau CNES - Centre national d'études spatiales.

Kenapa di Planet Mars atau bahkan di Bulan dapat terjadi gempa?

Seperti di Planet Bumi tempat kita, planet di luar angkasa yang memiliki lapisan permukaan yang keras maka idealnya lempengan tersebut dapat pecah dan menjadi bagian - bagian besar seperti lempeng besar benua secara umum di Bumi.

Lempeng ini dapat bergerak karena tekanan dari dalam tanah atau karena panas atau dingin atau gaya dari luar seperti dari Matahari. Gaya luar ini dapat mempengaruhi lempeng pada permukaan planet.

Apa sebutannya? Gempa Bumi atau Earthquake di Mars?

Sebutannya Marsquake atau gempa Mars sebagaimana juga NASA menyebutnya. Gempa ini sebetulnya cenderung berukuran kecil jika dibandingkan dengan kejadian gempa di Bumi.


Gempa kecil ini dapat ditangkap oleh seismometer karena input gelombang gempa ini datang tanpa terganggu gelombang lain. Di permukaan Bumi jika dipasang seismometer seperti di Mars maka input yang diterima banyak, bisa dari gelombang atau guncangan kendaraan atau dari angin dan gelombang air laut.

The new seismic event was too small to provide solid data on the Martian interior, which is one of InSight's main objectives. The Martian surface is extremely quiet, allowing SEIS, InSight's specially designed seismometer, to pick up faint rumbles. In contrast, Earth's surface is quivering constantly from seismic noise created by oceans and weather. An event of this size in Southern California would be lost among dozens of tiny crackles that occur every day.

"The Martian Sol 128 event is exciting because its size and longer duration fit the profile of moonquakes detected on the lunar surface during the Apollo missions," said Lori Glaze, Planetary Science Division director at NASA Headquarters.

NASA's Apollo astronauts installed five seismometers that measured thousands of quakes while operating on the Moon between 1969 and 1977, revealing seismic activity on the Moon. Different materials can change the speed of seismic waves or reflect them, allowing scientists to use these waves to learn about the interior of the Moon and model its formation. NASA currently is planning to return astronauts to the Moon by 2024, laying the foundation that will eventually enable human exploration of Mars.


Alat sejenis juga dipasang di permukaan Bulan sebelumnya dalam misi astronot ke bulan. Setidaknya ada 5 alat instrumen yang sudah mencatat ribuan gempa di permukaan Bulan.

Alat gempa ini dapat memperkirakan jenis gelombang dan yang menarik dapat membantu para ahli mendeteksi jenis batuan atau cairan apa yang ada di perut Planet Mars atau Bulan jika dilihat data perambatan gelombang ini. Mungkin mirip pembacaan data Seismic dari perkiraan reservoir minyak atau gas di kegiatan Migas.

Banyak peralatan yang terdapat pada wahana Insight berasal dari berbagai pusat riset dan institusi kampus yang memang terkenal dengan berbagai penelitian ilmiah. yang saling mendukung untuk memberikan gambaran seperti apa di Planet Mars.


Mungkin berbagai kegiatan dan peralatan mahal di luar sana dapat menimbulkan pertanyaan baru, kenapa manusia harus ke Mars atau Bulan atau tempat lain?

Potensi Planet Bumi terbatas, potensi ditempat lain bisa jadi sangat luar biasa besar. Kandungan emas, mineral logam lainnya seperti besi, timah dan lain-lain terindikasi ada dalam jumlah besar bahkan hanya dari sebongkah asteroid.

Manusia jika berkembang tentu kita manusia tidak bisa atau tidak seharusnya menguras dan merusak Bumi, potensi dari luar angkasa bisa jadi jawaban bagi keperluan umat manusia masa depan. Setidaknya itu yang para ahli dan beberapa pelaku sektor swasta rencanakan untuk masa depan.