Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Breaking News

latest

CO2 KARBON DIOKSIDA SAAT INI MENCAPAI TITIK TERTINGGI - MENURUT NOAA

NOAA atau National Oceanic and Atmospheric Administration terutama oleh Earth System Research Laboratory - Global Monitoring Division , dida...

NOAA atau National Oceanic and Atmospheric Administration terutama oleh Earth System Research Laboratory - Global Monitoring Division, didapatkan bahwa gas buangan sisa pembakaran selalu meningkat. Gas sisa pembakaran ini terutama disebut dengan CO2 atau terkenal juga dengan sebutan Carbon Dioxide atau Karbon Dioksida.


NOAA memiliki berbagai stasiun pengawasan global dan salah satu stasiun tersebut yang terletak di Mauna Loa melakukan pengamatan terkait kandungan CO2 secara global. Kandungan CO2 ini saat ini diperkirakan adalah tertinggi dalam sejarah manusia modern saat ini yang berhasil dicatat dan diperkirakan dari semenjak sekitar 1950-an.



Kenaikan CO2 ini secara umum bisa disebut sebagai tingkat kerusakan yang disebabkan oleh manusia secara umum dalam merusak alam ekosistem di dunia atau Planet Bumi ini. Atmosfer Planet Bumi bisa disebut semakin bertambah jumlah CO2 yang ada dan membahayakan.

Diperkirakan saat ini ada sekitar 415 parts per million (415 ppm) 415.26 parts per million. Data tertinggi ini terjadi dalam kisaran 4 tahun sekarang dan harus dicari apa solusinya agar kandungan CO2 bisa turun kembali.

Carbon dioxide grew by 2.87 parts per million (ppm) at the mountain top observatory during 2018, jumping from an average of 407.05 ppm on Jan. 1, 2018, to 409.92 on Jan. 1, 2019, according to a new analysis of air samples collected by NOAA’s Global Monitoring Division (GMD).

That means three of the four highest annual increases have occurred in the past four years, said Pieter Tans, senior scientist with GMD.

“At a time when there’s all this talk about how we should be decreasing CO2 emissions, the amount of CO2 we’re putting into the atmosphere is clearly accelerating,” Tans said. “It’s no coincidence that the last four years also had the highest CO2 emissions on record.”


CO2 adalah zat gas yang berbahaya dan menjadi 5 dari gas di atmosfer yang diamati karena dapat mendorong tingkat resiko pemanasan global menjadi lebih tinggi.



Manusia membuat CO2 dalam 2 dekade terakhir sekitar 100 kali lipat dari apa yang sudah terjadi di Planet Bumi dalam 100 tahun terakhir, terutama jika dibandingkan dengan keadaan sekitar 11 ribu hingga sekitar 17 ribu tahun yang lalu.

Carbon dioxide is by far the most important of these five primary greenhouse gases both in total amount and the rate of increase. When the first Mauna Loa samples were analyzed in 1958, CO2 had already risen 35 ppm from the pre-industrial level of 280 ppm. In the past 60 years, CO2 has increased by an additional 95 ppm to 410 ppm today.

In the last two decades, the rate of increase has been roughly 100 times faster than previous natural increases, such as those that occurred at the end of the last ice age 11,000-17,000 years ago. 

“Today’s rise of CO2 is dominated by human activities,” said Tans. “It’s not from natural causes”.


Kenaikan CO2 ini murni dari perbuatan manusia baik dalam penggunaan bahan bakar, penggunaan zat tambahan bagi keperluan harian (seperti masuk ke dalam tabung kosmetik atau untuk bahan pembuat semen bangunan). Mungkin transportasi (pembakaran) bahan bakar minyak menjadi bagian terbesar untuk penghasil CO2 saat ini.