MENANGKAP GRAVITASI DENGAN ALAT 148 JUTA USD

MENANGKAP GRAVITASI DENGAN ALAT 148 JUTA USD

7 Jan 2019

GRAVITASI berjalan dari suatu titik ke suatu titik lain. Jika suatu benda memiliki gaya gravitas maka gaya tersebut tidak langsung dirasakan oleh benda lain, tetapi perlu perjalanan dari sumber tersebut agar dirasa oleh objek lain. Seperti itu teori bagi Gravitasi mirip dengan cahaya atau gelombang air.

Cahaya lampu atau bintang atau Matahari tidak serta merta langsung dirasakan oleh mata seseorang, sewaktu partikel meluncur keluar dari Matahari maka partikel itu perlu sekitar 499 detik (atau sekitar 8 menit) agar sampai partikel itu dilihat mata orang sampai ke bumi. Demikian juga Gravitasi, harus berjalan dari sumber agar sampai dirasakan objek lain.


Peralatan khusus perlu dipasang untuk mendeteksi dan menangkap gelombang dari perjalanan Gravitasi tersebut dan Jepang sudah menyiapkannya dari Mei tahun 2012.

Alat penangkap Gravitasi ini disebut dengan KAGRA (The Kamioka Gravitational Wave Detector) direncanakan selesai pada akhir tahun 2019 dengan biaya ¥16.4 miliar Yen atau sekitar US$148 juta.

Alat ini akan bekerja dengan mendeteksi gerakan pendulum yang berada di ujung dari 2 terowongan bawah tanah. Sinar laser akan dikirimkan dari dua titik ujung terowongan tersebut dan akan diterima pendulum. Pendulum ini sangat presisi sehingga pergerakan kecil dari luar angkasa dapat diterima dan diperkirakan.


Pembuatan KAGRA ini lebih lama dari perkiraan karena terowongan ternyata mengandung air, kandungan air ini mempersulit pembuatan dan pemeliharaan terowongan ini.