CARA DATA PRIBADI AMAN DI INTERNET DAN APA CARA TERBAIK UNTUK MELAKUKANNYA?

CARA DATA PRIBADI AMAN DI INTERNET DAN APA CARA TERBAIK UNTUK MELAKUKANNYA?

5 Feb 2019

DATA PRIBADI pengguna internet pada prinsipnya selalu berseliweran setiap saat gadget, laptop, ponsel atau peralatan internet hidup dan terkoneksi ke dunia maya.

Setiap pengguna internet membuka aplikasi atau menyimpan, mengirim atau membuka data maka sebetulnya pengguna tersebut menuju suatu titik server atau tempat dimana aplikasi tersebut berasal. Kejadian yang sebenarnya terjadi adalah dari ponsel atau dari laptop pengguna akan meluncur data ke penyedia internet (ISP - Internet Service Provider).


Penyedia internet (ISP) ini bisa Telkom, First Media atau Indosat dan sejenisnya. Data pengguna ponsel terlebih dahulu meluncur (bisa jadi terbuka) dari alat gadget sebelum mencapai tujuan server (bisa Facebook, Twitter, WA, server asuransi, kartu kredit atau Paypal dan lain-lain).

Idealnya penyedia jasa internet tidak mencatat setiap hal, setidaknya akan mencatat seberapa banyak data dipakai, berapa besar untuk aplikasi pada tempat dan waktu kapan untuk bukti tagihan. Catatan ini mungkin bertahan selama beberapa bulan atau tahun.

Bagaimana jika data ini tidak terlindungi dengan baik dan ada pihak lain yang berada diantara pengguna internet dan ISP?

Sudah tentu data bisa dilihat apakah isi dari pesan, kode kartu, data pribadi berisi data terkait KTP atau data lain seperti password bank dan nomor rekening.

Untuk melindungi diri dari potensi data bocor setidaknya ada 3 cara yang sebaiknya dipakai secara bersamaan.

Cara pertama untuk melindungi data pribadi adalah dengan selalu menggunakan aplikasi dan tujuan internet yang aman. Aplikasi dan tujuan internet yang aman ini biasanya memiliki beberapa ciri seperti kredibilitas berdasar anti virus yang bagus (tidak di blok anti virus).

Situs atau aplikasi tujuan juga memiliki tanda seperti gembok hijau pada pojok kiri halamannya yang menggambarkan adanya enkripsi dari perangkat pengguna dan halaman/aplikasi yang dituju (jika pada halaman tersebut diisi data, password atau pesan tertentu).

Jangan memasuki situs yang tidak jelas dengan iming-iming hadiah ponsel terbaru atau hadiah uang yang kemudian berisi berbagai survey dan banyak sekali pop-up iklan, situs seperti ini bisa jadi menggali cookies dan data browsing dari aplikasi pengguna.

Cookies atau  data sejarah browsing (browsing histories) adalah catatan pada aplikasi yang dipakai pengguna biasanya hampir setiap hal terkait gerak-gerik pengguna di dunia maya.

Data (cookies) ini bisa memberikan ide terkait apa yang sedang dicari atau memberikan gambaran ide hal apa yang menarik bagi pengguna terkait. Iklan, keperluan marketing atau bisa jadi hacker akan mendapat ide terbaik mengenai apa yang bisa diberikan atau ditawarkan pada pengguna tersebut agar datang atau berinteraksi lebih lanjut kemudian.


Cara kedua untuk melindungi data pribadi adalah  dengan melihat sejarah dari ISP yang digunakan, apakah melakukan pengumpulan data yang bersifat pribadi? Jika iya sebaiknya ditinggalkan. ISP pasti akan mengumpulkan data setidaknya terkait cookies secara garis besar.

Data cookies dari ISP ini bisa menjadi gambaran keperluan masyarakat secara kolektif (atau annonymous) terkait suatau keperluan (politik atau barang atau jasa). Data besar ini bisa memberi prediksi musim marketing apa yang sebaiknya ditawarkan bagi suatu daerah. Google, Facebook atau juga penytedia jasa atau barang seperti Amazon sangat menyukai data besar seperti ini.

Cara ketiga dan terbaik untuk melindungi data pribadi adalah menggunakan VPN. VPN (virtual private network) adalah jaringan virtual yang dibentuk karena enkripsi antara perangkat yang dipakai hingga suatu titik server tertentu. Untuk menggambarkan VPN, seolah pengguna melakukan akses internet dari rumah atau kantor dengan ponsel atau laptop ke suatu titik server secara rahasia tidak diketahui tujuan perangkat ini dan apa isinya karena perangkat ini hanya mengirim sandi terus menerus dengan suatu server. Dari titi server ujung dari VPN baru data atau tujuan bisa dilihat, entah menuju Facebook, Youtube atau bank. VPN banyak yang gratis tetapi sebaiknya menggunakan VPN berbayar walaupun murah sudah cukup.

Cara lain untuk melindungi data pribadi adalah berhati-hati dengan WiFi di rumah, WiFi di rumah pengguna internet bisa jadi sudah disusupi hacker atau tetangga jika tidak menggunakan standar yang baik (saat ini WiFi dikenalkan dengan standar baru bernama CERTIFIED WPA3 (sertifikasi alat ini baru diperkenalkan tengah tahun kemarin - 2018), tidak heran jika banyak orang masih belum memakainya.

Cara pilihan lain untuk melindungi data pribadi menggunakan browser atau aplikasi yang aman. Aplikasi yang terkenal handal selain VPN adalah TOR (TOR Project). Tetapi penggunaan TOR bisa jadi menarik bagi FBI untuk menguntit anda.




Selain menggunakan VPN dan jaringan yang aman maka TOR dapat melindungi anda juga jika memerlukan akses internet di tempat umum agar tetap aman.

Jika tertarik menggunakan TOR maka dapat melihat video berikut.