ROKET BAJA TERBANG DARI SPACEX MASIH MISTERIUS

ROKET BAJA TERBANG DARI SPACEX MASIH MISTERIUS

8 Feb 2019

SPACEX secara diam-diam selalu berubah mengenai konsep starship yang akan dipakai sebagai kendaraan para astronot bolak-balik keluar angkasa.



Wahana yang sering dinamakan starship ini tentu saja bukan pesawat yang pergi menuju ke bintang karena terlalu jauh. Penamaan straship karena terpengaruh film dan impian manusia di masa depan ingin menuju bintang, siapa yang tidak ingin ke bintang.

Stainless Steel Starship adalah penamaan yang saat ini diusulkan oleh Elon Musk untuk menamai roket yang sedang dibuat di Boca Chica.

Roket ini berlawanan dengan konsep roket yang selalu diluncurkan ke luar angkasa selama ini, selalu berbahan polimer kevlar, pelapis keramik dan bagian seal pelapis polimer. Roket konsep terbaru dari SpaceX berupa baja mengkilat.

Gosip yang bersebaran saat ini menyebutkan bahwa jenis baja yang dipakai adalah jenis baja yang kuat sehingga tahan dipakai berjalan ke luar angkasa berkali-kali dan tentu tahan panas. Baja ini digosipkan (sejenis atau lebih baik dari) tipe SX500 steel formulation.

Baja tipe ini sering juga disebut dengan nama inconel. Inconel adalah jenis baja yang jarang dipakai sehingga tidak heran hanya sedikit orang yang mengenal tiap material ini. Seperti apa SX500 ini? Video dibawah adalah salah satu aplikasi dari jenis SX500.


Inconel ini adalah baja jenis super alloy dengan bahan campuran utama dari nickel-chromium-based. Sesuai namanya memang super alloy (bahan logam campuran kuat yang super).







Inconel ini adalah tipe yang berupa logam yang oxidation-corrosion-resistant materials atau bisa disebut sebagai bahan logam yang merupakan gabungan dari material tahan panas, tahan oksidasi dan tahan korosi. Intinya tahan tantangan.

Biasanya bahan ini dipakai sebagai baling-baling dan bagian tertentu dalam Formula - 1. Mesin roket SpaceX yang terbaru juga pada prinsipnya menggunakan inconel. Demikian juga sejarahnya dibuat karena diperlukan sebagai bagian pembuatan mesin jet pada tahun 1940 di Inggris.

SpaceX sendiri sebetulnya mengembangkan logam baru sejenis SX500 dengan sebutan SX 300 dengan kemampuan lebih baik cocok bagi aplikasi high-temperature, high-pressure, highly-oxidative environments seperti pada aplikasi mesin roket.[8]

Jika tertarik membuat logam ini perlu campuran Ni, Cr, Fe, Mo, Nb & Ta, Co, Mn, Cu, Al, Ti, Si, C, S, P dan B (nikel, besi boron, silikon, tembaga dll).