PESAWAT BALING-BALING LISTRIK AKAN MULAI BEROPERASI

PESAWAT BALING-BALING LISTRIK AKAN MULAI BEROPERASI

15 Jul 2019

EVIATION merupakan nama startups yang berasal dari Israel yang saat ini sedang perjalanan melakukan sertifikasi untuk pesawat terbang bertenaga utama dari listrik atau baterai. Pesawat listrik baru dari perusahaan ini bernama Alice.


Pesawat ini akan secara resmi terbang perdana akhir tahun 2019 dan akan memulai proses sertifikasi yang akan memakan waktu hingga sekitar 24 bulan hingga sekitar 30 bulan jika lancar (sekitar 2 tahunan).

Pesawat ini menarik perhatian para pengunjung Paris Air Show pada Jnui 2019 ini di Paris dengan berbagai catatan yang bisa dicapai pesawat listrik ini.

Apa kelebihan dari Pesawat Listrik dari Eviation?

Pesawat ini berbadan sangat ringan dari komposit dan juga ada keuntungan lain dari komposisi mesin utama dari dinamo listrik. Badan pesawat bisa lebih ringan hingga sekitar 65%, beban berkurang drastis.

With our battery taking up 65% of the aircraft’s weight, our aircrafts rely on state of the art, ultra light, all-composite bodies.

Ongkos penerbangan terkait biaya operasional kapal (direct cost) hanya sekitar 200 USD, sudah tentu ini harga yang sangat murah atau sekitar 20% lebih murah dari pesawat bahan bakar fosil. Mungkin biaya lain terkait Operasi dan pemeliharaan bisa jauh lebih murah juga.

Alice diharapkan bisa terbang hingga sekitar 565 hautical miles (1046 km) sekitar bolak-balik Jakarta - Semarang, dimana pesawat dapat membawa 9 penumpang pada kecepatan 265 knots (490 km per jam).

Pesawat ini termasuk sangat aman karena memiliki tiga baling-baling yang dapat terbang singkron dan cukup kuat melawan turbulensi dan side-win. Baling-baling kiri dan kanan dapat menyeimbangkan pengaruh hempasan angin. Pesawat ini juga bahkan masih cukup aman dengan meluncur take-off dengan 1 baling-baling belakang saja.

Sesudah terbang sesuai jarak tempuh maksimal, baterai dari pesawat ini dapat diisi ulang hingga sekitar 1 jam 30 menit.

Saat ini pesawat sudah mendapat pesanan hingga 2 angka (mungkin antara belasan hingga puluhan) dari dua maskapai di Amerika, proses sertifikasi akan membuat pesawat siap hingga sekitar 2022.




Referensi situs Eviation dan Youtube.