WAKTU TERBAIK MINUM KOPI? CAFEEINE VS KORTISOL?

WAKTU TERBAIK MINUM KOPI? CAFEEINE VS KORTISOL?

24 Feb 2019

APA ITU KORTISOL? Kortisol (cortisol atau juga disebut sebagai hydrocortisone) adalah sejnis hormon yang berpengaruh bagi metabolisme tubuh.



Prinsipnya kortisol diperlukan oleh tubuh karena berperan dalam mengendalikan metabolisme, yaitu seluruh proses kimiawi yang terjadi pada tubuh manusia yang bertugas menjalankan mengatur kadar gula darah, melawan peradangan dalam tubuh, memengaruhi pembentukan ingatan dan banyak lainnya. Tubuh memerlukan kortisol.


Kinerja kortisol ini bisa dipengaruhi oleh jenis makanan tetapi masih perlu penelitian detail mengenai mekanismenya secara rinci menurut penelitian dari NCBI (The National Center for Biotechnology Information) badan dari pemerintah Amerika yang terkait Bioteknologi dan kesehatan.

Karena makanan dan minuman dapat terpengaruh sebaiknya ritme minum kopi disesuaikan dengan ritme keperluan tubuh sendiri.

KAPAN TERBAIK MINUM KOPI? Waktu terbaik untuk minum kopi prinsipnya disesuaikan dengan jam tubuh. Pada saat tertentu tubuh memerlukan zat tertentu untuk mengatur metabolisme terkait kegiatan tubuh secara rutin.

Tubuh memiliki kebiasan memerlukan hormon tertentu pada jam tertentu. Kortisol adalah salah satu dari zat yang secara otomatis diatur oleh tubuh.

APA DAMPAK JIKA MINUM KOPI TERHADAP KORTISOL?



NCBI menuliskan penelitian secara rinci terkait pengaruh minum kopi pada jam tertentu dengan ritme tubuh manusia terkait produksi kortisol pada jam tertentu.

Caffeine is a widely consumed pharmacologic agent found in coffee, tea, and soft drinks (1). Its popularity is attributable to its effects in the nervous system (2), including its ability to increase rates of dopamine release in the anterior cingulate gyrus (3). Caffeine also activates the stress axis, elevating glucocorticoid and catecholamine, output along with increases in blood pressure (4). As such, caffeine intake during times of stress may contribute to the duration and magnitude of blood pressure and stress endocrine responses (5,6). However, in assessing caffeine's contribution to stress reactions during daily life, we have asked whether caffeine's effects are reduced by pharmacologic tolerance in proportion to a person's level of daily consumption (7,8). This paper addresses the effect of tolerance formation on cortisol responses to repeated caffeine doses in people consuming varying amounts of caffeine over several days before testing.




Minum kopi atau mengkonsumsi kafein adalah hal yang umum bagi kegiatan harian di kantor. Minum kopi dipercaya dapat membawa dampak baik (baca disini: Apakah baik jika minum kopi - berdasar FDA Amerika) dan membuat tubuh selalu mawas (mengurangi rasa kantuk).

Pada sisi lain, tubuh memiliki zat yang dikeluarkan tubuh yang secara sengaja memang dikeluarkan agar tubuh melambat (atau menjadi lesu dan ngantuk).

Pengaruh dari zat di dalam tubuh yang sepertinya bersebrangan dengan minum kopi perlu dikaji jika memang berbahaya atau dapat menghentikan zat tubuh tersebut.

Cortisol is secreted in a diurnal pattern, with a peak around the time of awakening, a declining course across the waking hours, and a nadir seen during the early phases of sleep (9,10). This diurnal cycle is important in maintaining optimal bodily function: the nadir contributes to memory consolidation during sleep (11). Cortisol helps regulate energy balance (12). It maintains normal autonomic function by regulating adrenoreceptor synthesis and maintains receptor sensitivity (13). Perturbations in cortisol's diurnal secretion pattern therefore have deleterious consequences if sustained for prolonged periods (14). Caffeine in dietary doses increases both adrenocorticotropin (ACTH) and cortisol secretion in humans (15). Caffeine's effect on glucocorticoid regulation therefore has the potential to alter circadian rhythms and to interact with stress reactions. By extension, these cortisol alterations may have implications for health if maintained in the face of daily caffeine intake.

Zat tubuh ini sebetulnya sejenis hormon dan bernama kortisol. Hormon ini terkait tingkat metabolisme dan terkait juga dengan rasa stress sehingga ada yang awalnya berpendapat bahwa kortisol tidak baik bagi tubuh.

Berdasar hasil dari penelitian NCBI, konsumsi kopi sebaiknya memang diatur agar produksi kortisol tidak terganggu.

Konsumsi kopi atau kafein sebetulnya hanya sebatas dapat mengurangi produksi kortisol tetapi tidak membuat kortisol hilang.

Dari paper ini, mungkin dapat disimpulkan bahwa produksi kortisol sebaiknya tidak diganggu kopi walaupun sebetulnya tidak jelas juga mekanisme detail atas pengurangan produksi kortisol tersebut (khusus bagi penderita sensitif terhadap kafein atau gangguan jantung mungkin ada baiknya menghindari kopi terutama pada saat kortisol sedang di produksi).

Cortisol responses to caffeine are reduced, but not eliminated, in healthy young men and women who consume caffeine on a daily basis.........

The present study suggests that daily caffeine intake causes a partial but not complete tolerance to caffeine's effects on cortisol secretion....... The potential for a persistent response to caffeine in consumers of moderate dietary doses suggests that an elevation of cortisol may occur in the afternoon hours in those consuming repeated doses throughout the day. This finding may have implications for health status in persons who are especially reactive to caffeine, such as persons developing hypertension.


Paper lengkap dari tulisan NCBI terkait Kortisol versus Kopi dapat dibaca lengkapnya pada link berikut disini.

Jadi kapan waktu terbaik untuk ngopi?

Prinsip dasarnya adalah menghindari mengkonsumsi kopi disaat kortisol dalam jumlah yang besar seperti di jam 8 hingga sekitar jam 9.

Disaat jam tubuh perlu istirahat dan terkait juga dengan kortisol sewaktu jam 12 siang hingga sekitar jam 1. Pilihan lain yang sebaiknya dihindari untuk ngopi juga sewaktu sekitar jam 5 sore dimana tubuh mulai aktif kembali.

Menghindari kopi di sore hari diperlukan agar tubuh secara alami juga mengantuk (dan perlu istirahat tidur) di sekitar mulai jam 9 malam.