VASILI ALEXANDROVICH ARKHIPOV PENYELAMAT PERANG NUKLIR

VASILI ALEXANDROVICH ARKHIPOV PENYELAMAT PERANG NUKLIR

20 Jan 2019

VASILI ARKHIPOV bisa disebut sebagai pahlawan besar yang menyelamatkan bumi dari perang nuklir. Mungkin ada lebih banyak lagi orang militer dan tokoh dibelakang layar yang tidak dikenal publik padahal berjasa sangat besar.

Vasili Alexandrovich Arkhipov adalah salah seorang yang berjasa besar dan pantas menjadi pahlawan  dunia karena menjadi penyelamat pencegah Perang Nuklir seperti juga Stanislav Yevgrafovich Petrov yang menjadi Petrov Day.

Kisah dari Vasili Alexandrovich Arkhipov mirip dengan Petrov Day yang secara umum sama karena tidak terkenal.


Jika anda mengetahui kisah dalam Bridge of Spies film yang dibuat di tahun 2016 mendapat nominasi Grammy.

Di dalam Bridge of Spies diceritakan perjalanan menukar pilot yang ditangkap oleh Rusia untuk ditukar dengan agen mata-mata Rusia yang ditangkap di Amerika. Sang pilot dari pihak Amerika memiliki kisah yang hebat dan menjadi cerita tersendiri.

Diluar kisah hebat ini ada kisah lain yang bisa disebut sebagai kisah yang lebih hebat karena menghindarkan dunia dari perang nuklir. Kisah yang sangat hebat itu adalah kisah tokoh Rusia yang ditukar disini.

Pada tahun 1961 terjadi insiden yang memicu ketegangan antara Rusia dan Amerika melalui Kuba. The Bay of Pigs Invasion adalah proyek gagal militer Amerika melalui CIA yang mendanai serangan melalui kaki tangannya untuk menghentikan pengaruh komunis Fidel Castro.

Setelah kegentingan ini terjadi, pada tahun 1962 pesawat mata-mata Amerika tertembak jatuh dimana pilotnya ditangkap dan kemudian menjadi cerita dalam film Bridge of Spies.

Rusia dan Amerika ada saat itu dalam keadaan saling mencurigai dan pada posisi panas terutama terkait persenjataan nuklir. Setiap hal bisa terjadi pada saat itu.

Di Jerman pada waktu tersebut juga terjadi perang dingin yang memuncak pada pemisahan Jerman Barat dan Jerman Timur. 1962 mungkin keadaan yang bisa dianggap sangat genting.

Sekelompok Kapal Selam Rusia pada saat itu ditugaskan untuk mendiami posisi di perairan internasional dekat dengan Kuba. Kapal selam tersebut memiliki senjata nuklir.

Pada tanggal 27 Oktober 1962, sebuah kapal selam B-59 yang berposisi di perairan internasional tersebut dikatahui posisinya oleh Amerika.


Kapal perusak (USS Destroyer) Beale, kemudian memutuskan untuk menjatuhkan depth charges. Depth charges adalah bahan peledak yang dijatuhkan kedalam air dan meledak untuk menndorong kapal selam naik ke permukaan.

Kapten pada Kapal Selam B-59 ini berpikir bahwa perang dunia ketiga sudah mulai dan posisi sudah saling serang.

B-59 saat itu tidak bisa berkomunikasi dengan pangkalan karena misi kapal selam rahasia tidak boleh terdekteksi apalagi dari deteksi radio.

Kapten dari B-59 yaitu Valentin Savitsky menyuruh para kru kapal selam menyiapkan 10 kiloton nuklir untuk menyerang balik mengarah kepada kapal terbesar yang memimpin pasukan tersebut.

Berbeda dengan aturan main di kapal laut, kapten berkuasa atas keputusan kapal. Keputusan pada kapal selam Rusia menetapkan bahwa harus 3 officer yang sepakat jika keputusan diambil.

Kapten Savitsky dan officer Ivan Semonovich Maslennikov, sepakat untuk membalas balik dengan nuklir sekaligus tapi  Vasili Alexandrovich Arkhipov menolak sehingga kapal selam kepermukaan dan menunggu perintah Pemerintah Pusat dari Moskow.

Kejadian detail tentang depth charge dan hadangan Amerika tidak dilaporkan secara detail ke Moskow. Akhirnya, B-59 diminta agar balik keluar menjauh Kuba.

Jika saja pada saat itu 10 kiloton nuklir diluncurkan ke kapal Amerika maka dalam sekejap semua kapal disana akan menguap.

Jika saja pihak militer mengetahui bahwa kapal destroyer yang sedang bertugas menguap karena ledakan nuklir sudah tentu akan dibalas oleh pihak Amerika.

Beberapa saat berikutnya balasan nuklir akan terjadi ke daratan Rusia dan balasan Rusia juga akan sangat dahsyat membalas ke daratan Eropa dan Amerika melalui misil atau kapal selam lain.

Untung saja kejadian ini dihindarkan dan penolakan Arkhipov dikenal kemudian oleh Amerika. Amerika pada saat itu tidak menyadari bahwa serangan nuklir sebenarnya hampir saja terjadi jika seorang second commander dari Rusia tidak menahan diri.

Secret Dead mengangkat kisah Vasili Alexandrovich Arkhipov dalam kisah The Man Who Saved the World.


Banyak pahlawan dunia yang tidak dikenal oleh penduduk dunia, Vasili Alexandrovich Arkhipov adalah salah seorang dari kisah ini.