APA ITU LIBRA FACEBOOK SECARA TEKNIS?

APA ITU LIBRA FACEBOOK SECARA TEKNIS?

27 Jun 2019

LIBRA secara perlahan menjadi permbicaraan panas dan menarik di Cryptoland karena akan membuat uang digital atau cryptocurrencies naik daun, Libra bisa membuat adopsi masal dunia terkait uang digital menjadi lebih singkat.


APA ITU LIBRA FACEBOOK

Mark Zuckenberg secara historis selalu terkait dengan Tyler Winklevoss dan Cameron Winklevoss, dua orang kembar ini erat terkait behubungan dengan gerak-gerik Mark Zuckenberg di pembuatan Facebook yang akhirnya menjadi bisnis besar bahkan bagi dunia.

Zuckenberg pasti mengetahui juga bahwa saat ini kedua orang kembar tersebut menjadi semacam tokoh dan orang besar di dunia crypto, mereka berdua terkenal sebagai orang yang memiliki 1% dari jumlah Bitcoin menurut rumor.

Tyler Winklevoss dan Cameron Winklevoss saat ini menjalankan perusahaan dibidang jual beli uang digital bernama Gemini.

Ada setidaknya beberapa persamaan antara langkah yang diambil oleh Zuckenberg dan yang diambil Winklevossbaik sewaktu debut Facebook dan langkah berikutnya terlihat Zuckenberg yang berusaha menyusul Winklevoss.

Winklevoss  membuat exchange bernama Gemini dan Zuckenberg berusaha membuat platform crypto bernama Libra.

Dua nama yang bersebelahan, persamaan lain terkait langkah yang diambil oleh Zcukenberg dan Winklevos. Mungkin keuda pihak ini memang pihak berseteru tetapi tidak bisa jauh. Gemini dan Libra adalah lambang atau sebutan zodiak yang terkait kuat dengan sifat tidak stabil. Uang digital sangat tidak stabil, sarat dengan jual beli berubah harga setiap hari bahkan detik.

Gemini menggambarkan 2 kembar adalah zodiak ketiga yang berasal dari konstelasi Gemini. Di bawah zodiak tropis, matahari transit tanda ini antara 21 Mei dan 21 Juni. Gemini diwakili oleh si Kembar Castor dan Pollux. Simbol kembar ini didasarkan pada Dioscuri, dua manusia yang diberikan bersama kekuatan dewa setelah kematian mereka.

Berdasar pengakuan dari Winklevoss  bahwa uang hasil dari pembagian kepemilikan Facebook, setelah kedua kembar ini mati terbuang dari Facebook, uang tersebut sebagian dipakai Si Kembar untuk membeli Bitcoin. Cocok dengan lambang dari Gemini.

Zuckenberg datang dengan nama yang mirip berdekatan dengan pilihan Winklevoss.  Libra dipilih oleh Zuckenberg. Mungkin Gemini bisa disebut sebagai zodiak urutan ketiga sedangkan Libra adalah zodiak urutan ketujuh.

Libra (timbangan) adalah suatu rasi bintang zodiak. Rasi ini adalah suatu rasi bintang yang redup dan tidak memiliki bintang dengan magnitudo pertama, berada di antara Virgo di sebelah barat dan Scorpius di sebelah timur.

Pada prinsipnya zodiak hanyalah tahyul pandangan Astrologi yang menghubungkan antara gerakan benda-benda tata surya (planet, bulan, dan matahari) dengan nasib manusia. Tidak sepenuhnya menggambarkan cara kerja dan apa itu Libra Cripto Uang Digital.

Hanya saja bisa disebut bahwa zodiak hanyalah sebuah rekaan manusia, demikian juga dengan uang. Uang prinsipnya adalah rekaan manusia yang besar. Demikian juga dengan Gemini tempat rekaan uang digital dan Libra yang juga akan menjadi contoh hasil rekayasa manusia, uang.

Jika Libra adalah uang apakah memang termasuk Cryptocurrencies?

Mari masuk kebagian teknis yang merupakan maksud utama dari tulisan ini dimana penjelasan terkait apakah Libra secara teknis masuk atau bagaimana gambarannya.

Libra secara prinsip adalah platform yang dibuat persis sama dengan sebutan blockchain, program yang secara prinsip diusulkan oleh Satoshi Nakamoto sewaktu membuat Bitcoin.

The goal of the Libra Blockchain is to serve as a solid foundation for financial services, including a new global currency, which could meet the daily financial needs of billions of people. Through the process of evaluating existing options, we decided to build a new blockchain based on these three requirements:

    Able to scale to billions of accounts, which requires high transaction throughput, low latency, and an efficient, high-capacity storage system.
    Highly secure, to ensure safety of funds and financial data.
    Flexible, so it can power the Libra ecosystem’s governance as well as future innovation in financial services.

The Libra Blockchain is designed from the ground up to holistically address these requirements and build on the learnings from existing projects and research — a combination of innovative approaches and well- understood techniques. This next section will highlight three decisions regarding the Libra Blockchain:


    Designing and using the Move programming language.
    Using a Byzantine Fault Tolerant (BFT) consensus approach.
    Adopting and iterating on widely adopted blockchain data structures.


Libra akan menggunakan persamaan dasar blockchain yang saat ini ada tetapi dengan cara yang sedikit berbeda dari sistem yang dipakai Bitcoin. Blockchain sendiri apa, agak sulit dibuat definisi mungkin gambar diatas cukup jelas.

Perbedaan mendasar dari Bitcoin adalah dijalankan berdasar kesepakatan bersama para pihak (miner) untuk menentukan, mencatat, memverifikasi dan mengumumkan catatan yang benar yang mana secara bersama (konsensus), dimana pada Bitcoin dibuat sistem terbuka dan para pihak yang setara (tidak licik dan menggunakan catatan yang benar sama) dapat menulis atau membuat konsensus. Catatan dalam Bitcoin dibuat secara terbuka dan pada prinsipnya siapapun boleh melakukan kontribusi mencatat tulisan dalam blockchain.

Cara kerja Bitoin dengan kesepakatan atau konsensus bersama terbuka ini disebut sebagai cara kerja permissionless system, dimana sistem memberikan ijin bagi semua pihak untuk melakukan pencatatan dan diperiksa bersama.

Perbedaan utama dari Libra adalah permissioned, sistem yang dijalankan adalah sistem yang hanya terbuka bagi pihak yang diberi ijin untuk melihat dan mencatat dalam blockchain. Libra memang secara umum lebih cocok dibuat sebagai Uang Digital ketimbang sebagai Cryptocurrencies.

Kedua tipe sebutan ini sering bercampur dalam Bahasa Indonesia dan sebetulnya dua kata antara Uang Digital dan Uang Crypto berbeda.

Libra lebih tepat disebut sebagai Uang Digital (permissioned) dan Bitcoin lebih tepat disebut sebagai Uang Crypto (permissionless system). Bitcoin prinsipnya tidak ada yang menatur, tidak ada yang menjadi wasit, semua orang boleh merubah asal sesuai aturan main blockchain terbuka.

Bitcoin atau Uang Crypto atau Cryptocurrencies dijalankan oleh semua pihak karena atas dasar konsensus bersama (bukan karena antar para pihak saling percaya - tetapi semua pihak yang menggunakan dan memakai sepakat dengan aturan kerja dan konsensus bersama). Crypto pada prinsipnya desentralisasi tidak diatur pihak tertentu, bebas naglir karena dijalankan bersama.

Uang Digital sebagaimana uang adalah platform yang dibuat dan diatur oleh sebuah atau beberapa pihak dalam operasional, persis uang Rupiah atau Dollar maka uang ini dikontrol tidak bebas dicatat atau dibuat.

Definisi yang membingungkan karena memang sebetulnya jika ditanya apa itu Cryptocurrencies maka ada banyak jawaban, bahkan beberapa definisi menyebutkan jika tidak dimiliki publik 100% maka bukan Cryptocurrencies tetapi pihak lain menyebut bahwa setiap blockchain yang memiliki nilai uang atau nilai entitas seperti utilitas maka sudah terkunci pasti Cryptocurrencies.

Libra sendiri menjadi perdebatan karena crypto atau bukan. Libra memang unik karena berdasar aturan umum blokchain dari ide Satoshi Nakamoto tetapi Libra dikontrol, tidak bebas.

Libra bisa menjadi raksasa besar dan bisa jadi akan berubah menjadi badan institusi keuangan besar jika suatu saat nanti jadi bergulir.

Mudah dilihat secara sepintas bahwa Zuckenberg ingin menang lagi dengan cara sistem menjadi terkontrol dibawah otorisasi yang mendapat ijin pihak bersama dimana Zuckenberg disana, Facebook juga demikian sewaktu berseteru dengan Winklevoss.

Perbedaan lain, Libra suatu saat kelak jika jadi maka akan dikaitkan kepada suatu nilai yang diharapkan lebih stabil (mekanisme dikaitkan dan agar stabil ini masih dalam pembicaraan seru, belum diketahui saat ini dalam langkah awal persiapan kelahiran Libra).

Bagaimana Cara Kerja Libra?

Ide dasar dari Libra agar stabil akan dikaitkan kepada suatu nilai atau angka yang spesifik yang merupakan aset yang memiliki nilai cenderung stabil.

Libra memiliki ide akan dikaitkan dengan aset yang bergerak naik turun dengan cukup stabil. Ada kemungkinan bajwa Libra akan dikaitkan dengan suatau nilai deposit atau sekuriti (bond atau securities) yang khusus.

Ide dasar untuk mengaitkan Libra dengan aset khusus ini akan terbuka lagi dikatikan dengan aset yang dicatatkan atau dihargakan ke berbagai aset dengan mata uang lain.

Bisa jadi nantinya Libra akan dikaitkan dengan Aset atau bond, sekuriti di berbagai negara atau mata uang dan berbagai aset. Akan sangat menarik melihat kinerja dari Libra nanti. Ada kemungkinan juga bahwa nilai dari Libra pada kaitan aset tersebut adalah nilai terendah, bisa jadi memang akhirnya Libra bisa naik turun tetapi nilai dasarnya terlihat sehingga bisa mencegah nilai Libra liar melambung.

Mungkin nantinya bisa jadi Libra yang akan terkesan stabil tetapi Dollar USD atau Rupiah IDR yang terlihat liar naik turun dan mengganggu nilai Libra.

Jika ini terjadi maka bisa jadi Libra akan menjadi aset keuangan yang lebih penting dari aset uang pemerintah manapun karena stabil dan dijamin.

Berdasar gosip, saat ini pihak penyelenggara Libra sedang melakukan pemilihan aset mana yang pantas dan dapat menjadi ikatan dari nilai Libra kelak. Konsep yang sangat menarik dan cerdas.

What Is the Purpose of the Reserve?

Many cryptocurrencies today (e.g., Bitcoin and Ether) have no underlying assets to back them. As a result, speculation and investment have been primary use cases, as with a potential for substantial appreciation many people have acquired these coins hoping to sell them at a higher price later. As beliefs over the longterm value of these currencies and success of their networks fluctuate, so too have their prices, yielding at times massive swings in value.

To drive widespread adoption, Libra is designed to be a currency where any user will know that the value of a Libra today will be close to its value tomorrow and in the future. Just as consumers in Europe know the number of Euros it takes them to buy a coffee today will be similar to the number of Euros it will take them tomorrow, holders of Libra, too, can be confident the value of their coins today will be relatively stable across time.


Libra secara umum memang bermaksud agar ada adopsi masal dari orang sedunia untuk tertarik menggunakan Libra yang stabil dan aman.

Libra secara khusus ingin menghindari adanya volatilitas yang terlalu tidak jelas pada produk keuangan yang akan dipakai oleh pihak Libra nantinya.

Jika nanti menggunakan Libra maka tidak heran angka nilai harga Libra dari secangkir kopi akan sama antara harga di Indonesia dan harga di Amerika dan Paris.

Where is the money for the reserve coming from?

The money in the reserve will come from two sources: investors in the separate Investment Token, and users of Libra. The association will pay out incentives in Libra coin to Founding Members to encourage adoption by users, merchants, and developers. The funds for the coins that will be distributed as incentives will come from a private placement to investors. On the user side, for new Libra coins to be created, there must be an equivalent purchase of Libra for fiat and transfer of that fiat to the reserve. Hence, the reserve will grow as users’ demand for Libra increases. In short, on both the investor and user side, there is only one way to create more Libra — by purchasing more Libra for fiat and growing the reserve.


Sudah tentu agar setiap nilai Libra terkoneksi dengan suatu aset maka Libra yang dicetak akan dikaitkan dengan suatau aset yang dijual atau dikaitkan ke Libra. Aset yang dijual atau dikaitkan ke Libra ini bisa berasal dari Investor atau bahkan dari pengguna.

Anda masih ingin mengerti lebih lanjut terkait Libra?

Jangan khawatir, Libra akan berbeda dan masih berkembang dan bahkan banyak pihak pengembang program yang masih belum mengerti apa itu Libra. Bisa anda lihat penjelasannya.

In order to securely store transactions, data on the Libra Blockchain is protected by Merkle trees, a data structure used by other blockchains that enables the detection of any changes to existing data. Unlike previous blockchains, which view the blockchain as a collection of blocks of transactions, the Libra Blockchain is a single data structure that records the history of transactions and states over time. This implementation simplifies the work of applications accessing the blockchain, allowing them to read any data from any point in time and verify the integrity of that data using a unified framework.

Libra akan menggunakan blockchain tetapi berbeda. Apakah ada blockchain yang berbeda yang sedang dipersiapkan oleh Libra? Masih belum jelas karena memang belum dibuka persisnya seperti apa.

Bisa berkunjung langsung ke halaman white paper mengenai detail teknis dari uang digital ini. Sangat menarik jika melihat penjelasaanya lainnya. Libra akan merubah dunia.


“Move” is a new programming language for implementing custom transaction logic and “smart contracts” on the Libra Blockchain. Because of Libra’s goal to one day serve billions of people, Move is designed with safety and security as the highest priorities. Move takes insights from security incidents that have happened with smart contracts to date and creates a language that makes it inherently easier to write code that fulfills the author’s intent, thereby lessening the risk of unintended bugs or security incidents. Specifically, Move is designed to prevent assets from being cloned. It enables “resource types” that constrain digital assets to the same properties as physical assets: a resource has a single owner, it can only be spent once, and the creation of new resources is restricted. The Move language also facilitates automatic proofs that transactions satisfy certain properties, such as payment transactions only changing the account balances of the payer and receiver. By prioritizing these features, Move will help keep the Libra Blockchain secure. By making the development of critical transaction code easier, Move enables the secure implementation of the Libra ecosystem’s governance policies, such as the management of the Libra currency and the network of validator nodes. Move will accelerate the evolution of the Libra Blockchain protocol and any financial innovations built on top of it. We anticipate that the ability for developers to create contracts will be opened up over time in order to support the evolution and validation of Move.

To facilitate agreement among all validator nodes on the transactions to be executed and the order in which they are executed, the Libra Blockchain adopted the BFT approach by using the LibraBFT consensus protocol. 


Tim dari Binance juga sepakat bahwa Libra akan merubah dunia, Libra diperkirakan akan menjadi aset finansial uang digital yang sangat ideal nanti di masa depan.

On June 18, Facebook released details about Libra, a stable cryptocurrency backed by a basket of financial assets, which runs on its own blockchain. Beyond the 12-18 months that Facebook will take to incorporate Libra into its services, Binance Research anticipates that the cryptocurrency will have a significant impact on both local and global markets in the medium to long term, across the cryptoasset, financial, and economic landscapes.

Binance Research also identifies several implications of Libra in the long term, including the following:

- Reshaping of the payment industry

- New offerings of financial services

- Advancing greater freedom of money and lowering capital restrictions worldwide

- Un-dollarization of the world

“Eventually, the Libra project may become the first “everyday” implementation of the ideology and theory behind the Special Drawing Rights (SDR) and other IMF/World Bank initiatives, manifested as a cryptocurrency targeting mass adoption by both institutions and individuals,” Binance Research said in its report.